TENTANG PENYAKIT HIV
Di susun oleh:
Nama :
muhammad khaikal
Nim
: 311.10.025
FAKULTAS
KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS NUSA
TENGGARA BARAAT
2012
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan kesehatan dan kesempatan
sehingga kami dapat menyusun makalah ini dan menyelesaikannya tepat waktu.
Ucapan terimah kasih
kami sampaikan terutama kepada dosen pembimbing mata kuliah “Survalens
Epidemiologi. yang telah memberikan pengajaran dan motivasi kepada kami
sehingga makalah yang berjudul “Penyakit
HIV/AIDS” ini dapat tersusun sebagaimana mestinya.
Terimah kasih juga
kepada teman-teman yang selalu berusaha memberikan saran dan juga kekompakannya
karena hal tersebut sangat menjadi faktor pembantu dalam proses penyelesaian
makalah kita ini.
Kami berharap dengan
adanya makalah ini dapat berguna yaitu dalam memberikan pengajaran serta
wawasan bagi pembacanya. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami
harapkan guna dalam kesempurnaan makalah ini.
Mataram,mei 2012
` Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kami
mengankat masalah AIDS dalam Makalahini kami ingin mengetahui lebih jauh
tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan masalah AIDS tersebut. Seperti
yang kita ketahui bersama, AIDS adalah suatu penyakit yang belum ada obatnya
dan belum ada vaksin yang bisa mencegah serangan virus HIV, sehingga penyakit
ini merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya bagi kehidupan manusia
baik sekarang maupun waktu yang datang.
Selain itu
AIDS juga dapat menimbulkan penderitaan, baik dari segi fisik maupun dari segi
mental. Mungkin kita sering mendapat informasi melalui media cetak, elektronik,
ataupun seminar-seminar, tentang betapa menderitanya seseorang yang mengidap
penyakit AIDS. Dari segi fisik, penderitaan itu mungkin, tidak terlihat secara
langsung karena gejalanya baru dapat kita lihat setelah beberapa bulan. Tapi
dari segi mental, orang yang mengetahui dirinya mengidap penyakit AIDS akan
merasakan penderitaan batin yang berkepanjangan. Semua itu menunjukkan bahwa
masalah AIDS adalah suatu masalah besar dari kehidupan kita semua.
Dengan
pertimbangan-pertimbangan dan alasan itulah kami sebagai pelajar, sebagai
bagian dari anggota masyarakat dan sebagai generasi penerus bangsa, merasa
perlu memperhatikan hal tersebut. Oleh karena itu kami membahasnya dalam
makalah ini.
B. TUJUAN PENELITIAN
`Adapun
tujuan kami mengangkat masalah AIDS dalam Makalah ini adalah untuk mengkaji dan
mengetahui apa sebenarnya AIDS itu, mengapa AIDS perlu mendapat perhatian
khusus, serta bagaimana gejala-gejalanya. Selain itu kami Juga ingin mengetahui
bagaimana penularan AIDS, siapa saja yang kemungkinan besar bisa tertular AIDS,
bagaimana keadaan AIDS di Indonesia, serta segala sesuatu yang berhubungan
dengan AIDS.
C. MANFAAT PENELITIAN.
Adapun
manfaat yang ingin kami capai adalah untuk memberikan informasi kepada para
pembaca, utamanya bagi sesama pelajar dan generasi muda tentang AIDS, sehingga
dengan demikian kita semua berusaha untuk menghindarkan diri dari segala
sesuatu yang bisa saja menyebabkan penyakit AIDS. Meskipun informasi yang kami
berikan melalui Makalah ini hanya sebagian kecil dan mungkin masih mempunyai
kekurangan, tetapi setidaknya isi dari Makalah ini dapat dijadikan sebagai
petunjuk untuk mengetahui tentangh AIDS itu sendiri.
D. RUMUSAN MASALAH.
Rumusan
masalah adalah rumusan yang disusun untuk memahami apa dan bagaimana masalah
yang diteliti. Sesuai dengan judul makalah ini, yaitu bahaya AIDS dan cara
pencegahannya maka rumusan masalah adalah :
“ Apakah bahaya AIDS dan bagaimana
cara pencegahannya ”.
E. HIPOTES
Hipotesa
berasal dari kata Hype artinya kurang, dan tesis artinya pendapat atau
penelitian. Jadi Hipotesa adalah suatu pendapat atau pernyataan yang masih
bersifat sementara dan kebenarannya harus dibuktikan lebih lanjut melalui
penelitian (Jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang sudah
ditetapkan).
Adapun
Hipotesa dari makalah ini adalah orang yang selalu melakukan hubungan seksual
diluar nikah, lebih mudah terserang penyakit AIDS.
F. METODOLOGI PENELITIAN
Metode adalah
suatu cara yang digunakan dalam mengerjakan sesuatu. Sedangkan Penelitian
adalah seperangkat usaha yang terorganisasi untuk mengetahui, mengkaji, dan
mengambil fungsi dari sesuatu yang menjadi objek penelitian, yang sistimatis,
terarah, dan mempunyai tujuan. Jadi metode penelitian adalah suatu cara yang
digunakan untuk menemukan, mengetahui, mengkaji, mengembangkan dan menguji
kebenaran sesuatu hal yang menjadi objek penelitian .
Dalam
melakukan sesuatu penelitian, ada beberapa metode yang dapat dilakukan yaitu
observasi, wawancara, metode study perpustakaan, analisis media massa ataupun
melalui pembagian angket. Adapun metode yang kami gunakan dalam menyusun
makalah ini adalah :
G. ANALISIS MEDIA MASSA
Teknik
analisa media massa termasuk metode pengumpulan data sekunder, yang dilakukan
dengan menganalisis media massa yang memuat uraian dan data-data yang erat
kaitannya dengan masalah yang diteliti.
Misalnya : Surat Kabar, majalah,
dan sebagainya.
BAB II
BAHAYA AIDS DAN CARA PENCEGAHANNYA
A. HIV DAN
AIDS
HIV (Human Immuno–Devesiensi) adalah
virus yang hanya hidup dalam tubuh manusia, yang dapat merusak daya kekebalan
tubuh manusia.
AIDS (Acguired Immuno–Deviensi
Syndromer) adalah kumpulan gejala menurunnya gejala kekebalan tubuh
terhadap serangan penyakit dari luar.
B. BAHAYA
AIDS
Oarang yang telah mengidap virus
AIDS akan menjadi pembawa dan penular AIDS selama hidupnya, walaupun tidak
merasa sakit dan tampak sehat. AIDS juga dikatakan penyakit yang berbahaya
karena sampai saat ini belum ada obat atau vaksin yang bisa mencegah virus
AIDS. Selain itu orang terinfeksi virus AIDS akan merasakan tekanan mental dan
penderitaan batin karena sebagian besar orang di sekitarnya akan mengucilkan
atau menjauhinya. Dan penderitaan itu akan bertambah lagi akibat tingginya
biaya pengobatan. Bahaya AIDS yang lain adalah menurunnya sistim kekebalan
tubuh. Sehingga serangan penyakit yang biasanya tidak berbahaya pun akan
menyebabkan sakit atau bahkan meninggal.
C. GEJALA-GEJALA AIDS
Sejak pertama seseorang terinfeksi
virus HIV, maka virus tersebut akan hidup dalam tubuhnya, tetapi orang tersebut
tidak menunjukkan gejala penyakit namun terlihat betapa sehat, aktif, produktif
seperti biasa. Karena gejala-gejala AIDS tampak setelah + 3 bulan.
Adapun gejala-gejala AIDS itu sendiri adalah :
- Berat badan turun dengan drastis.
- Demam yang berkepanjangan(lebih dari 38 0C)
- Pembesaran kelenjar (dileher), diketiak, dan lipatan paha)yang timbul tanpa sebab.
- Mencret atau diare yang berkepanjangan.
- Timbulnya bercak-bercak merah kebiruan pada kulit (Kanker kulit atau KAPOSI SARKOM).
- Sesak nafas dan batuk yang berkepanjangan.
- Sariawan yang tidak sembuh-sembuh.
Semua itu adalah gejala-gejala yang
dapat kita lihat pada penderita AIDS, yang lama-kelamaan akan berakhir dengan
kematian.
D. PENULARAN AIDS
Sebelumnya virus AIDS tidak mudah
menular virus influensa. Kita tidak usak terlalu mengucilkan atau menjauhi
penderita AIDS, karena AIDS tidak akan menular dengan cara – cara seperti di
bawah ini :
- Hidup serumah dengan penderita AIDS ( asal tidak mengadakan hubungan seksual ).
- Bersenggolan atau berjabat tangan dengan penderita.
- Bersentuhan dengan pakaian dan lain-lain barang bekas penderita AIDS.
- Makan dan minum.
- Gigitan nyamuk dan serangga lain.
- Sama-sama berenang di kolam renang
Hal-hal diatas bukan penyebab menularnya AIDS dapat
terjadi melalui cara-cara sbb :
- melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang mengidap HIV
- Transfusi darah yang mengandung virus HIV
- Melalui alat suntik, akupuntur, tato, dan alat tindik yang sudah di pakai orang yang mengidap virus AIDS
- Hubungan pranatal, yaitu pemindahan virus dari ibu hamil yang mengidap virus AIDS kepada janin yang dikandungnya.
E. KELOMPOK YANG MEMPUNYAI RESIKO
TINGGI TERTULAR AIDS
- Mereka yang sering melakukanhubungan seksual diluar nikah, seperti wanita dan pria tuna susila dan pelanggannya.
- Mereka yang mempunyai bayak pasangan seksual misalnya : Homo seks ( melakukan hubungan dengan sesama laki-laki ), Biseks ( melakukan hubungan seksual dengan sesama wanita ), Waria dan mucikari.
- Penerima transfusi darah
- Bayi yang dilahirkan dari Ibu yang mengidap virus AIDS.
- Pecandu narkotika suntikan.
- Pasangan dari pengidap AIDS
F. CARA PENCEGAHAN AIDS
- Hindarkan hubungan seksual diluar nikah. Usahakan hanya berhubungan dengan satu orang pasangan seksual, tidak berhubungan dengan orang lain.
- Pergunakan kondom bagi resiko tinggi apabila melakukan hubungan seksual.
- Ibu yang darahnya telah diperiksa dan ternyata mengandung virus, hendaknya jangan hamil. Karena akan memindahkan virus AIDS pada janinnya.
- Kelompok resiko tinggi di anjurkan untuk menjadi donor darah.
- Penggunaan jarum suntik dan alat lainnya ( akupuntur, tato, tindik ) harus dijamin sterilisasinya.
Adapun usaha-usaha yang dapat
dilakukan pemerintah dalam usaha untuk mencegah penularan AIDS yaitu, misalnya
: memberikan penyuluhan-penyuluhan atau informasi kepada seluruh masyarakat
tentang segala sesuatau yang berkaitan dengan AIDS, yaitu melalui
seminar-seminar terbuka, melalui penyebaran brosur atau poster-poster yang
berhubungan dengan AIDS, ataupun melalui iklan diberbagai media massa baik
media cetak maupun media elektronik.penyuluhan atau informasi tersebut
dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan, kepada semua lapisan
masyarakat, agar seluarh masyarakat dapat mengetahui bahaya AIDS, sehingga
berusaha menghindarkan diri dari segala sesuatu yang bisa menimbulkan virus
AIDS.
G. USAHA-USAHA YANG DILAKUKAN
APABILA TERINFEKSI VIRUS AIDS
Usaha-usaha yang dilakukan
terinfeksi virus AIDS disebut juga penerapan strategi pengobatan baru. Dalam
pengobatan HIV / AIDS sangat penting mengetahui dinamika HIV, serta perjalanan
penyakit ( patogenesis ) sehingga dapat melakukan tindakan dan pengobatan tepat
waktu.
Beberapa harapan dan kabar baik
dapat dicatat dari pertemuan-pertemuan “Van Couver” di Kanada saat ini cukup
banyak obat anti HIV yang efektif untuk pengobatan kombinasi. Beberapa obat
penghambat protease dan obat anti HIV sedang dalam tahap akhir untuk mendapat
izin. Selain itu muncul pula pemeriksaan “Viral loard” yang prosesnya lebih
mudah dalam mendeteksi RNA dari HIV dalam darah. Dan semua usaha diatas
seharusnya di tunjang oleh motivasi dari penderita AIDS itu sendiri. Misalnya
bagi mereka yang termasuk kelompok resiko tinggi terkena AIDS selalu
memeriksakan darahnya secara teratur, paling sedikit 3-6 bulan sekali, demi
keselamatan pasangan seksualnya. Dan yang tidak kalah penting adalah
mendekatkan diri kepada Tuhan YME. Yaitu dengan melaksanakan ibadah-ibadah yang
diperintahkan dan berusaha untuk menjauhi segala yang dilarangNya, agar
penderitaan yang dirasakan tidak terlalu berat. Dan bagi masyarakat hendaknya
jangan menjauhi mengucilkan mereka yang terinfeksi AIDS, tetapi seharusnya
memberi dorongan atau semangat hidup, misalnya melalui nasehat-nasehat yang
bisamenumbuhkan rasa percaya diri, sehingga mereka yang telah mengidap virus
AIDS tidak putus asa dalam menjalani hidupnya.
Dengan adanya usaha-usaha diatas,
niscaya masalah AIDS dapat diatasi, paling tidak dapat dicegah sedini mungkin,
apalagi jika ada partisipasi dari semua pihak.
H. MISTERI PENDEMI HIV/AIDS DIDUNIA
WHO ( World Healty Organisation)
WHO melaporkan bahwa sejak
pertengahan 1995, jumlah komulatif penderita AIDS sebanyak 20 juta. 18,5 juta
orang dewasa dengan separuhnya adalah kaum wanita, dan 1,5 juta adalah
anak-anak. 50% dari penderita AIDS adalah kaum remaja /kaum muda dalam kelompok
berusia 15-24 tahun.
Sejak 1 Januari 1996 WHA melaporkan
jumlah penderita AIDS sebanyak 41 juta HIV/AIDS didunia. Dengan 35,4 juta
remaja dan dewasa, 15,5 jutawanita, dan 5,6 juta anak-anak. Sedangkan untuk
tahun 2000 ini WHO memperkirakan jumlah HIV akan mencapai 30-40 juta dan jumlah
AIDS 12-18 juta.
PENDEMI HIV/AIDS REGONAL ASIA
TENGGARA
Pendemi HIV/AIDS regonal asia
tenggara pada tahun 1994 secara komulatif ditemukan 3745 AIDS, sedangkan sudah
diperkirakan lebih dari 2 jura dari 11 negara termasuk Indonesia, dan jumlah
tersebut akan menjadi 3,5 juta ditahun 1995.
I. SYNDROMA GUNUNG ES
Syndroma gunung es ini lebih
menakutkan dunia, karena dengan ditemukannya HIV melalui pemeriksaan darah
secara efidemilogi penyebaran HIV dimasyarakat akan menjadi lebih banyak
100-1000 kali. Sedangkan ditemukan satu AIDS berarti sudah ada 100-8000 orang
yang tertular. Dari data yang ditemukan, HIV AIDS dapat terkena pada siapa
saja, baik orang miskin, orang kaya, berpendidikan tinggi ataupun rendah,
laki-laki maupun wanita dan sabagainya.
Saat ini infeksi AIDS pada wanita
meningkat dengan cepat, karena wanita merupakan kelompok yang rendah dan mudah
terinfeksi tanpa disadari. Sedangkan anak yang lahir dari ibu yang mengidap
HIV, setelah usia 2 tahun sudah mulai menunjukkan HIV terbesar 30-40%.
J. SITUASI AIDS DI INDONESIA
Penyakit AIDS banyak ditemukan
diluar negeri, tetapi karena hubungan dengan bangsa menjadi semakin erat, maka
penularannya harus tetap diwaspadai. Banyak orang asing datang ke indonesia dan
banyak pula orang indonesia pergi keluar negeri untuk berbagai keperluan. Hal
itu membuka kemungkinan terjadinya penularan AIDS.
Jumlah HIV/AIDS di Indonesia sampai
akhir 1996, terdapat 449 kasus dengan 341 HIV dan 108 AIDS, terdapat di 16
propensi di Indonesia. Wanita yang terkena sebanyak 122 orang, WNI sebanyak 304
orang, Heteroseksual 276 orang, homoseks dan biseks 84 orang, drag user 4
orang, perinatal 1 dan 80 tidak diketahui cara tranmisinya. Menurut golongan
umur, diindonesia ternyata yang paling banyak terserang AIDS adalah usia 20-29
tahun yaitu 120 orang, bayi yang berumur kurang dario 1 tahun dan 50 orang
belum diketahui umurnya.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Tuhan YME. Mempunyai kekuasaan dalam
mengatur segala sesuatu yang ada dimuka bumi ini, Dialah yang menciptakan alam
semesta dengan segala isinya. Begitupun dengan segala peristiwa yang terjadi
dimuka bumi ini misalnya : kebahagiaan, kesedihan bencana alam, kelahiran,
kematian, dan sebaginya. Muncullah virus HIV/AIDS merupakan salah satu
peristiwa besar dalam sejarah kehidupan manusia.
HIV adalah suatu virus yang hidup
dalam tubuh manusia, dan dan dapat menyebabkan timbulnya AIDS, yang merusak
sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga tubuh mudah terserang penyakit dan lam
kelamaan akan meninggal, sudah menjadi sifat manusia yang selalu ingin
merasakan kenikmanatan tanpa mempedulikan akibatnya, misalnya : melakukan
perzinahan, penggunaan narkotika suntikan, dan sebagainya. Kits umat manusia
sudah mengetahui bahwa perbuatan-perbuatan tersebut sangat dilarang,baik
menurut ajaran agama masing-masing maupun aturan hukum yang berlaku. Tetapi
dari sebagian kita tetap saja melakukan hal-hal tersebut, misalnya : WTS,
Homoseks,Biseks, Mucikari, dan orang-orang yang sering berganti-ganti pasangan
dan melakukan hubungan seksual diluar nikah. Dan berbahaya, dan sampai saat ini
belum ditemukan obatnya.
Adapun gejala-gejala yang dapat kita
lihatpada penderita AIDS yaitu demam yang berkepanjangan di sertai keringat
malam, batuk dan sariwan yang terus menerus,berat badan turun dengan drastis,
dsb, yang akan di akhiri dengan kematian.
Oleh karena itu, kita harus
menghindarkan diri dari hal-hal yang dapat menyebabkan AIDS, yaitu melalui
pencegahan misalnya :tidak melakukan hubungan seksual secara bebas,
menghidarkan penggunaan narkotika suntikan, dan sebagainya.
AIDS merupakan cobaan atau bahkan
hukuman daru Tuhan,yang tidak pernah di duga oleh umat manusia.
Tapi bagaimanapun beratnya cobaan
yang diberikan, Tuhan YME. Akan selalu membukakan jalan bagi umatnya. Misalnya
: sekarang dicanada telah ada obat anti HIV yang efektif untuk pengobatan
kombinasi. Masalah AIDS ini tidak tentu akan menyebar luas, apabila dilakukan
pencegahan secara dini, apalagi jika ada partisipasi dari semua pihak.
B. SARAN
- Hendaknya kita selalu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berusaha menghindarkan diri dari hal-hal yang bisa menyebabkan AIDS.
- Jangan melakukan hubungan seksual diluar nikah (berzinah), dan jangan berganti-ganti pasangan seksual.
- Apabila berobat dengan menggunakan alat suntik, maka pastikan dulu apakah alat suntik itu steril atau tidak.
- Apabila melakukan tranfusi darah, terlebih dahulu perikasakan apakah tranfusi darah itu bebas dari virus HIV.
- Bagi para generasi muda, jauhilah obat-obatan terlarang terutama narkotika melalui alat suntik, alat-alat tato, anting tindik, dan semacamnya yang bisa saja menularkan AIDS, karena alat-alat aeperti itu tidak ada gunanya.dan hindarkan diri dari pergaulan bebas yang bersifat negatif.
- Apabila ada seminar-seminar, penyuluhan-penyuluhan, iklan ataupun brosur-brosur, yang mengimpormasikan tentang AIDS, sebaiknya kita memperhatikan denganbaik, agar segala sesuatu tentang AIDS dapat diketahui, sehingga kita bisa menghindarkan diri sejak dini dari AIDS.
- Orang yang mengetahui dirinya telah terinfeksi virus AIDS hendaknya menggunakan kondom apabila melakukan hubungan seksual, agar virus AIDS tidak menular pada pasangan seksualnya.
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
“MISTERI PENDEMI HIV /AIDS” Oleh PAUL F. MATULESSY
MD. MN.
BUKU PANDUAN BELAJAR SPK, KURIKULUM 1994
Penerbit. DEPDIKBUD/DEPKES, tahun 1997
Brosur AIDS, yang diedarkan oleh Exposa bekerjasama
dengan DEPKES, tahun 1999

Tidak ada komentar:
Posting Komentar